Indonesia: Mercury, Gold and "uncommon diseases"

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Learn and analyse the events that occur in gold mining areas in Indonesia. It is inseparable from pro or contra policies that are practiced by individuals, groups, or institutions, toward ecosystem. However, the result of extraction business shows its original form. Whether the mining area uses mercury or not, this has always been the negative facts of the extraction business. Who really knows the real situation behind the non-mercury slogans in mining areas? If Mercury is not utilized, why do these uncommon diseases appear?

Children are the ones who hurt the most.

1.The toes are not well formed. Zaskia.
2. Nyimas, 8 years old with brain damage and hydrocephalus.
3. He was abandoned by his mother when he was born with a skull fracture. Fikri, who is 7 years old.
4. Iqubal, with stiff hand muscles and shrivelled fists.
5. 10 years old Dita lay all day on the mat due to broken muscles and hands.

The physical condition of these children due to the systematic damage that occurs to adults who are methylated by mercury in various ways, one of which is through the food chain. Are these kids coincidently handicap? is it mystical?

Check out complete information on the link below.

 Sumber: https://pulitzercenter.org/stories/indonesia-mercury-gold-and-uncommon-diseases


Pelajari dan analisa kejadian-kejadian yang terjadi di beberpa wilayah penambangan emas di Indonesia ini. Tidak terlepas dari kebijakan yang pro atau kontra lingkungan hidup oleh oknum, kelompok atau lembaga namun tetap saja akibat usaha ekstraksi ini menunjukan wujud sebenarnya. Entah di wilayah penambangan itu menggunakan merkuri atau tidak namun inilah wajah negatif usaha ekstraksi itu. Siapa yang benar-benar tahu keadaan yang sebenarnya di balik sloga-slogan yang tidak menggunakan merkuri di wilayah penambangan? Kalau tidak menggunakan merkuri, mengapa bisa muncul kasus2 penyakit yang tidak lazim ini?

Anak-anak adalah yang paling tersakiti.

  • Jari-jari kaki tidak terbentuk dengan baik. Zaskia.
  • Nyimas, berusia 8 tahun dengan kerusakan otak dan hydrocepalus.
  • Ia ditinggalkan oleh ibunya ketika lahir dengan kerusakan tengkorak. Fikri, yang berusia 7 tahun.
  • Iqubal, dengan otot-otot tangan yang kaku dan kepalan yang mengecil.
  • Dita yang berusia 10 tahun terbaring sepanjang hari di atas tikar karena otot dan tangan yang rusak.

Kondisi fisik anak-anak ini akibat kerusakan sistematis yang terjadi pada orang dewasa yang termetylasi merkuri lewat berbagai cara, salah satunya lewat rantai makanan. Apakah mereka cacat karena kebetulan? apakah karena hal mistis? Simak informasi lengkap pada link dibawah ini.

Sumber: https://pulitzercenter.org/stories/indonesia-mercury-gold-and-uncommon-diseases

Banner of Advocacy

Really! how can we stand, if there is no land. How can we have the future if there is no culture to live today?

Newsletter Publication

Click the icon to read or download our newsletter.

Alternatif Ekonomi Kreatif

Podcast on Spotify

Click to listen to discussions about community and the dynamics. It is on spotify!

Character Building

Collaborative Partners

  • Universitas Iqra Buru, Maluku
  • LP2M Universitas Pattimura, Maluku
  • Southern Cross University, Australia
  • Desa Wisata Taro