Research of Mercury contamination level on Human hair

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

It is necessary to continue updating the database regarding the level of B3 contamination in the environment and human beings. Therefore, the follow up research is conducted to determine the level of mercury contamination in human hair which is very crucial because it relates to data updating for Kedai Masyarakat Foundation and Stakeholders in conducting program’s plan and mitigation in Buru Regency. The purpose of research is to acknowledge the level of contamination in human hair as collaborative initiation with LPPM Pattimura University Ambon-Maluku led by Dr. Yusthinus T. Male as an independent senior researcher for academic purposes. The research team works to obtain reliable data without bringing political elements and other interests or agendas into account.

This research applies common standards such as methods, formulations, and objectivity.


Sangat penting untuk terus membaharui database terkait tingkat kontaminasi B3 baik itu pada bentang alam dan mahkluk hidup.

Oleh karena itu Penelitian lanjutan untuk mengetahui kadar kontaminasi merkuri pada rambut Manusia menjadi sangat krusial sebab berhubungan dengan pemutahiran data baik untuk Yayasan Kedai Masyarakat dan juga untuk para Pemangku Kepentingan dalam melakukan perencanaan program dan mitigasi di daerah, khususnya di Kabupaten Buru. Penelitian untuk mengetahui kadar kontaminasi pada rambut Manusia ini dilakukan atas kerjasama dengan LPPM Universitas Pattimura yang dipimpin oleh Dr. Yusthinus T. Male sebagai peneliti senior yang independen untuk tujuan akademis dan keadilan informasi. Tim peneliti bekerja untuk mendapat data yang dapat dipertanggung-jawabkan dengan tidak membawa unsur politik dan kepentingan atau agenda lain.

Penelitian ini menerapkan standart baku yang lumrah dalam metode, rumusan dan obyektifitas supaya dapat dipertanggung-jawabkan. Apapun nanti hasil/output yang muncul dari Penelitian ini terkait nilai dan konsentrasi hendaklah disikapi secara bijak dan menjadi barometer dalam melakukan tindakan mitigasi.

Banner of Advocacy

Really! how can we stand, if there is no land. How can we have the future if there is no culture to live today?

Newsletter Publication

Click the icon to read or download our newsletter.

Alternatif Ekonomi Kreatif

Podcast on Spotify

Click to listen to discussions about community and the dynamics. It is on spotify!

Character Building

Collaborative Partners

  • Universitas Iqra Buru, Maluku
  • LP2M Universitas Pattimura, Maluku
  • Southern Cross University, Australia
  • Desa Wisata Taro